"PENGERTIAN SISTEM INFORMASI BERBASIS INTERNET"
A. Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer. Pada dasarnya sistem adalah kumpulan subsistem-subsistem yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu :
• Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
• Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang
bersangkutan.
• Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan
sistem.
• Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih
besar.
Sebagai contoh sistem
komputer memiliki subsistem perangkat lunak (software), subsistem perangkat
keras (hardware), dan subsistem pengguna (brainware). Sistem berbasis komputer
adalah sistem yang komponen komponennya atau subsistem-subsistemnya terdiri
dari :
• Orang / pengguna
• Perangkat Keras (Hardware) komputer
• Perangkat Lunak (Software) komputer
• Basis data
• Prosedur
• Dokumentasi
Keenam komponen tersebut
merupakan dasar pembentuk sistem berbasis komputer, dan komponen ke-3, ke-4,
ke-5, dan ke-6 tersebut merupakan hasil aktifitas rekayasa perangkat lunak
(software engineering). Perangkat lunak komputer adalah produk yang dihasilkan melalui
serangkaian aktivitas proses rekayasa atau pengembangan software, yang
menghasilkan aktivitas berupa :
• Dokumen-dokumen yang menspesifikasikan program yang hendak
dibangun
• Program yang dieksekusi komputer
• Dokumen yang menjelaskan program dan cara kerja program
• Data berbentuk angka atau teks, yang juga berupa audio, video,
gambar, dan sebagainya.
Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari
setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan
pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya
terhadap fakta-fakta yang ada. Informasi bagi setiap elemen akan berbeda satu
sama lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Dasar dari informasi adalah
data, kesalahan dalam mengambil atau menginput data, dan kesalahan dalam
mengolah data akan menyebabkan kesalahan dalam memberikan informasi. Jadi data
yang didapatkan dan diinputkan harus valid (benar) hingga bentuk pengolahannya,
agar bisa menghasilkan informasi yang dapat dipercaya. Informasi diperoleh dari
sistem informasi (information systems) atau disebut juga processing systems
atau information processing systems atau information-generating systems.
Jadi Sistem Informasi
adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan laporan yang diperlukan
• Kualitas Informasi
Suatu informasi akan
memiliki manfaat dalam proses pengambilan keputusan apabila informasi tersebut
mempunyai kualitas dan nilai. Kriteria kualitas informasi adalah :
o Akurat : yang berarti informasi harus tidak bias atau
menyesatkan dan bebas dari kesalahan.
o Tepat waktu : yang berarti informasi yang sampai kepada
penerima tidak boleh terlambat. Mahalnya nilai informasi saat ini adalah karena
harus cepatnya informasi tersebut didapatkan, sehingga diperlukan teknologi
mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan.
o Relevan : yang berarti informasi harus mempunyai manfaat bagi
pihak yang menerimanya.
Berbasis komputer
dalam penjelasan Sistem Informasi mengandung arti bahwa komputer
memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori,
penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam
kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat
kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem
Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan
istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Mengapa komputer sangat penting dalam menyediakan informasi ?
o Kegiatan Bisnis Semakin meningkat.
o Globalisasi Ekonomi.
o Kebutuhan teknologi yang Andal.
o Batas waktu semakin singkat.
o Tuntutan Pelayanan Praktis dan cepat saji.
o Kemampuan Komputer Semakin Baik.
o Keamanan proses dan dokumentasi.
Sistem Informasi Berbasis
Komputer adalah sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang
berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Sistem Informasi Berbasis
Komputer merupakan aplikasi otomatisasi untuk perkantoran (Office Aotumation
/OA). Dimana komputer memiliki porsi yang semakin berati untuk aplikasi SIA
(Sistem Informasi Akuntansi), SIM (Sistem Informasi Manajemen), dan DSS
(Decission Support System). Komputer dapat melakukan tugas sesuai dengan yang
diperintahkan oleh penggunanya, komputer tidak sekedar membantu pekerjaan
manusia, namun juga bisa memberikan solusi pada kegiatan yang dianggap sulit
oleh manusia
B. Macam – Macam Sistem Informasi Berbasis Komputer
1. SIA ( Sistem Informasi Akutansi )
Sistem Informasi
Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna
menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan
mengoperasikan segala sesuatu yang berkenaan dengan akuntansi. Akuntansi
sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk
SIA pada sebuah organisasi antara lain :
• Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan
transaksi.
• Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam
proses pengambilan keputusan.
• Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses
berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung
memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
- SIA terdiri dari 3 subsistem:
1. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis
harian.
2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
3. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan
penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas,
pengembalian pajak.
v Manfaat sistem informasi akuntansi
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara :
Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu
sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan
efisien.
• Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang
dihasilkan
• Meningkatkan efisiensi
• Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
• Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
- Komponen sistem informasi akuntansi
• Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
• Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi
sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
• Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam
melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
• Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana
pencatatan pada saat transaksi
• Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam
melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
- Sistem Informasi Akuntansi Yang Baik
Percuma dan akan sangat
sia-sia jika perusahaan memiliki sistem informasi akuntansi namun sistem
tersebut tidak bisa diandalkan. Manajemen sangat membutuhkan sistem informasi
akuntansi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang
diperlukan. Jika didalam perusahaan terdapat sistem informasi akuntansi yang
baik, setidaknya sistem tersebut akan membantu manajemen untuk mengetahui
informasi sebagai berikut :
1. Informasi mengenai penjualan, dengan informasi penjualan,
manajemen dapat membandingkan penjualan yang telah dicapai saat ini dengan
penjualan sebelumnya (per periode)
2. Informasi mengenai hutang, dengan informasi ini manajemen
dapat melihat besaran dan jenis hutang yang ada
3. Informasi mengenai arus kas, dengan informasi ini manajemen
dapat melihat besaran arus kas yang terjadi, baik arus kas masuk maupun arus
kas keluar
4. Informasi mengenai divisi produk, jika perusahaan tidak hanya
memiliki satu produk, dengan informasi ini manajemen dapat melihat apakah
divisi-divisi yang dimiliki perusahaan ada yang mengalami kerugian
5. Informasi untuk menganalisis apakah akan menaikkan dividen
atau tidak kepada para pemegang saham.
Jika sistem informasi
akuntansi benar-benar baik, maka informasi-informasi dengan mudah dapat
diperoleh oleh manajemen yang mungkin dapat digunakan untuk bahan kajian atau
evaluasi untuk mencapai tujuan perusahaan
Semoga bermanfaat.. Lanjutkan...
BalasHapus